hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

QS. An-Nisa ayat 170 dan QS. Luqman ayat 12-19


A.    QS. AN-NISA AYAT 170





Artinya : Wahai manusia ! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu telah (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah maha mengetahui,  Maha bijaksana
a.      Tema  Objek Pendidikan
b.      Ayat-ayat  yang berkait dengan surat an-Nisa ayat 170
1.      Qs. Fathir : 24




Artinya : Sungguh, kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak satupun umat yang melalaikan disana telah datang seorang pemberi peringatan.    




c.       Tafsiran ayat an-Nisa 170
Yaa ayyuhan naasu qad jaa-akumur rasuulu bi haqqi min rrabbikum
Hai segenap manusia. Sungguh telah datang Rasul kepadamu dengan membawa hak dari Tuhan.
Hai segenap manusia, telah datang seorang Rasul yang sempurna untuk kamu, yang sebelumnya telah diketahui oleh ahlul kitab. Dia membawa al-Qur’an, kitab hak yang mengandung kebajikan dan petunjuk kemenangan untuk kamu.
            Para Yahudi sangat menanti kedatangan seorang al-Masih dan seorang Nabi (Muhammad) yang telah diungkapkan oleh nabi-nabi mereka. Dari pasal I Injil Yohanna di nyatakan para Yahudi mengutus beberapa orang pendeta menemui Yohanna atau (Yahya) untuk bertanya, siapakah beliau itu. Pertanyaan diajukan karena pada diri Yohanna terdapat tanda-tanda yang dianggapnya sebagai tanda kenabian. Mereka bertanya :”apakah engkau al-Masih?”
            Jawab Yohanna : “Bukan.”             
            “Apakah engkau Nabi?”                                                                       
            Kata Yohanna lagi :”Bukan.”
Dari keterangan ini kita mengetahui, ketika Yahudi dan Nasrani Arab mendengar ayat ini mereka memahami bahwa yang dimaksud dengan Rasul itu adalah Rasul yang diterangkan Musa dalam Taurat dan oleh Isa dalam Injil dan nabi-nabi lain.  
Fa aaminuu khairal lakum : Maka, berimanlah kamu, karena iman itu lebih baik bagimu.
Jika kamu beriman, niscaya iman itu sangat  baik bagimu. Atau berimanlah kamu dan lakukan segala perbuatan yang menghasilkan kebajikan bagimu. Karena iman itu mententramkan hatimu dan mensucikan kamu dari kecemaran, selain menyiapkan kamu memperoleh kebahagiaan yang abadi.    
Wa in takfuruu fa inna lillaahi maa fis samaawati wal ar-dhi =  jika kamu kufur (mengingkari), maka segala isi langit dan bumi adalah kepunyaan Allah.
Jika kamu tidak beriman, maka ketahuilah sesungguhnya Allah akan mengazabmu dan memberi pembalasan terhadap kekafiranmu. Ketahuilah, sesudah meninggal dunia, yang kita hadapi adalah surga dan neraka. Semua isi langit dan bumi tunduk kepada Allah.
Wa kaanallaahu ‘aliiman hakimaa = Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Hakim
Allah itu maha mengetahui dan mempunyai hikmat yang sempurna dalam segala perbuatan-Nya dan segala hukum-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah.
d.      Makna Kontekstual
Dalam Qs. An-Nisa : 170 disebutkan bahwa “Hai manusia, telah datang seorang rasul yang sempurna untukmu, Dia membawa al-Qur’an kitab yang baik. Secara eksplisit terlihat bahwa objek pendidikan dalam ayat ini adalah manusia. 
Manusia dalam ayat ini, adalah objek utama yang dituju sedangkan nabi Muhammad perantara penyampai amanat yang berasal dari subjek utama yaitu Allah SWT.
An-Nisa ayat 170 menjelaskan bahwa kedatangan Rasulullah adalah benar dengan membawa sesuatu yang hak dari Tuhan yang sebelumnya telah diketahui ahlul kitab, manusia selaku objek pendidikan diperintahkan untuk beriman kepada Allah SWT. 
Apabila manusia tetap dalam kekafirannya dan tidak mau beriman kepada Allah maka Allah akan memberikan azab dan memberi pembalasan terhadap kekafirannya. Allah adalah pemilik singgasana langit dan bumi serta menguasai, Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana.
e.       Ajaran yang terkandung :
v  Menyatakan telah datang seorang Rasul dengan membawa kebenaran dari Tuhan, yaitu al-Qur’an.
v  Perintah untuk beriman kepada Allah karena iman itu menentramkan dan menyucikan hati
v  Menjelaskan bahwasannya jika kita tidak beriman Allah akan mengazab dan memberi balasan terhadap kekafiranmu.
v  Allah maha mengetahui dari segala perbuatan-Nya dan segala hukum-Nya.

B.     QS. LUQMAN Ayat : 12-19



















Artinya :
12. Dan sungguh, Kami telah memberkan hikmah kepada Luqman : “Syukurilah Allah”. Barang siapa bersyukur, maka sebenarnya dia bersyukur kepada dirinya sendiri. Barang siapa yang mengingkari nikmat, maka sesungguhnya Allah itu maha kaya dan maha terpuji. 
13. Ketika Luqman berkata kepada anaknya sewaktu memberikan pelajaran “wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu benar-benar suatu aniaya yang besar”.
14. Kami telah memerintahkan manusia supaya berbakti kepada ibu-bapaknya. Ibunya yang mengandungnya dengan menderita lemah yang berganda dan barulah ibu tidak menyusui setelah dua tahun. Syukurilah Aku dan ibu bapakmu, kepadaku tempat kembali.
15. Dan jika ibu bapakmu menekan (memaksa) kamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu menaati keduanya, dan tetaplah pergauli keduanya secara makruf (wajar) di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian kepada-Ku tempat kembalimu, lalu Aku beritahukan kepadamu apa yang kamu kerjakan.   
16. Wahai anakku, sesungguhnya kesalahan itu, walaupun seberat biji sawi (sangat ringan), terletak di dalam sebuah batu atau terletak di langit atau terletak didalam bumi, pastilah Allah mendatangkannya. Sesungguhnya Allah maha lembut lagi maha mengetahui.
17.Wahai anakku, dirikanlah sembahyang, suruhlah yang makruf dan cegahlah yang munkar, serta bersabarlah terhadap bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demik,ian itu benar-benar seteguh-teguh pekerjaan.
18. Janganlah kamu memalingkan muka dari manusia dan janganlah kamu berjalan dengan angkuh dan sombong di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh lagi bermegah-megahan.
19. Berlakulah sederhana dalam perjalananmu dan rendahkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.





                                                                                                            
a.      Asbabun Nuzul
Ketika ayat ke 82 dari surat al-An’am diturunkan, para sahabat merasa keberatan. Maka mereka datang menghadap Rasulullah SAW seraya berkata “Siapakah diantara kami yang dapat membersihkan keimanannya dari perbuatan zalim ?” jawab beliau, bukan begitu, bukankah kamu telah mendengar wasiat Luqman Hakim kepada anaknya : Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kezaliman yang besar, yakni ayat ke-13 dari surat ini sebagaimana diketengahkan di atas (HR. Bukhari dari Abdullah).   
Sa’ad bin Malik seorang lelaki yang sangat taat dan menghormati ibunya. Ketika ia memeluk islam, ibunya berkata : wahai Sa’ad mengapa engkau tega meninggalkan agamamu yang lama memeluk agama yang baru. Wahai anakku, pilihlah salah satu, kamu kembali kepada agamamu yang lama atau aku tidak makan dan minum sampai mati. Maka Sa’ad kebingungan, bahkan ia dikatakan tega membunuh ibunya, maka Sa’ad berkata : “wahai ibu, jangan kamu lakukan yang demikian, aku memeluk agama yang baru tidak akan mendatangkan mudharat, dan aku tidak akan meninggalkannya. Maka umi Sa’ad nekad tidak makan sampai 3 hari 3 malam. Sa’ad berkata : Wahai ibu seandainya kamu memiliki seribu jiwa kemudian satu per satu meninggal, tetap aku tidak akan meninggalkan agama baruku (islam) karena itu terserah ibu mau makan atau tidak. Maka ibu itu pun makan . Sehubungan dengan itu, maka Allah SWT menurunkan ayat ke 15 sebagai ketegasan bahwa kaum muslimin wajib ta’at & tunduk kepada perintah orang tua sepanjang tidak bertentangan dengan perintah-perintah allah SWT. (HR. Tabrani dari Sa’ad bin Malik).  
b.      Tema ayat tersebut adalah Objek Pendidikan
c.       Ayat-ayat lain dan hadist-hadist yang berkaitan
1.      QS. Al-Isra’ ayat 23-24
                                                             


Artinya :
23. Dan Tuhan-mu tekah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendak,ah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-duanyadalam usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya dengan perkataan yang baik.
24 Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, wahai Tuhanku kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

2.      Hadist yang berkait dengan ayat  13





Apakah kalian mau jika aku memberitahukan kalian tentang tiga dosa yang paling besar? Kami menjawab, tentu, wahai Rasulullah. Beliau bersabda, “menyekutukan Allah, dan berbuat durhaka kepada orang tua.” Kemudian beliau bersandar lalu duduk. Selanjutnya beliau bersabda dan perkataan dusta serta persaksian dusta. (HR. Bukhari Muslim meriwayatkan dari Abu Bakar ra).
3.      Hadist yang berkait dengan ayat 15
                                                                                          




Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, walaupun engkau dibunuh dan dibakar dan janganlah engkau durhaka kepada orang tuamu walaupun mereka berdua menyuruh untuk meninggalkan keluarga dan hartamu.
d.      Penafsiran QS. Luqman ayat 12-19
-                                 (dan sesungguhnya telah kami berikan Luqman hikmah) antara lain ilmu, agama dan tepat pembicaraannya.Sebelum nabi Daud diangkat menjadi rasul, dia selalu memberikan fatwa,dan dia sempat mengalami zaman diutusnya Nabi Daud, lalu ia meninggalkan fatwa dan belajar menimba ilmu dari Nabi Daud. Sehubungan engan hal ini Luqman pernah mengatakan “Aku tidak pernah merasa cukup apabila aku merasa berkecukupan”. Pada suatu hari pernah ditanyakan oleh orang kepadanya : “siapakah manusia yang paling buruk itu?” Luqman menjawab “Dia adalah orang yang tidak mempedulikan orang lain sewaktu melakukan keburukan” -        (yaitu) dan kami katakan kepadanya, hendaklah-             (bersyukurlah kamu kepada Allah) atas hikmah yang telah dilimpahkan-Nya kepadamu-                                    (dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur kepada dirinya sendiri) -                                (dan barang siapa yang tidak bersyukur) atas nikmat yang telah Allah limpahkan-Nya kepadanya -             (maka sesungguhnya Allah maha kaya) tidak membutuhkan makhluk-Nya -                    (lagi maha terpuji) maha terpuji didalam penciptaan-Nya.
-      (Dan) ingatlah                        (ketika Luqman berkata kepada anaknya,  diwaktu ia menasehati : “hai anakku) lafadz bunayya adalah bentuk tafsir, yang dimaksud adalah memanggil anak dengan nama kesayangannya -                (janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan) Allah itu -                           (adalah benar-benar kedzaliman yang besar”) maka anaknya bertaubat kepada Allah dan masuk islam.
-                                   (Dan kami wasiatkan kepada manusia terhadap kedua orang ibu bapaknya) maksudnya kami perintahkan manusia untuk berbakti kepada orang ibu bapaknya-                                     
(ibunya telah mengandungnya) dengan susah payah-                                                 (dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah) ia lemah karena mengandung, lemah sewaktu melahirkan bayinya, dan lemah sewaktu mengurus anaknya di kala bayi-               (dan menyapihnya) tidak menyusuinya lagi-          
(dalam dua tahun.Hendaknya) Kami katakan kepadanya-                        (bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang ibu bapakmu hanya kepada-Kulah kembalimu) yakni kamu aku.
                           (Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu) yakni pengetahuan yang sesuai dengan kenyataannya -                  
(maka jangan lah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan cara yang makruf) yaitu dengan berbakti kepada keduanya dan menghubungakan silahturahmi dengan keduanya- 
    (dan ikutilah jalan) tuntunan -       (orang yang kembali) orang yang bertaubat-       (kepada-Ku) dengan melakukan ketaatan-                                     (kemudian hanya kepada-Ku tempat kembali kalian, maka Kuberitahukan kepada kalian apa yang kalian kerjakan) aku akan membalasnya kepada kalian.
-              (hai anakku, sesungguhnya) perbuatan yang buruk itu -                                                  
(jika ada sekalipun hanya sebesar biji sawi, dan berada dalam batu atau di bumi) atau di suatu tempat yang tersembunyi pada tempat-tempat  tersebut -                 (niscaya Allah akan mendatangkannya) maksudnya Dia kelak akan menghisabnya.-                              (Sesungguhnya Allah maha halus) untuk mengeluarkannya-                  (dan maha waspada) tentang tempatnya.
-                (Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruh manusia mengerkajan yang baik
dan mencegah dari  yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu) disebabkan amar ma’ruf dan nahi mungkar-mu itu. -                          (sesungguhnya yang demikian itu) hal yang di sebutkan itu -                           (termasuk hal-hal yang ditekankan untuk diamalkan) karena mengingat hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang wajib.
-                  (dan janganlah kamu memalingkan)-                         (mukamu dari manusia) janganlah kamu
Memalingkannya dari mereka dengan rasa takabur -                                               (dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh) dengan rasa sombong. -                    (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong) yakni orang-orang yang sombong dalam berjalan atas manusia.
-              (Dan sedehanakanlah kamu dalam berjalan) ambilah sikap pertengahan dalam berjalan, yaitu
antara pelan-pelan dan berjalan cepat, kamu harus tenang dan anggun, -      (dan lunakkanlah) rendahkanlah -        (suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara) suara yang paling jelek itu -          (ialah suara keledai) yakni pada permulaannya adalah ringkikan, kemudian di susul oleh lengkingan-lengkingan yang sangat tidak enak di dengar.
-                   (Tidaklah kalian perhatikan) Hai orang-orang yang di ajak bicara, tidaklah -  
kalian ketahui (bahwa Allah telah menundukkan untuk kepentingan kepentingan apa yang ada di langit) yaitu, matahari, langit, bintang-bintang supaya kalian mengambil manfaat darinya -        (dan apa yang ada di bumi) berupa buah-buahan, sungi-sungai dan binatang-binatang -         (dan menyempurnakan) artinya meluaskan dan menyermpurnakan -           (untuk kalian nikmat-Nya lahir) yaitu, di beri bentuk yang baik, anggota yang paling sempurna dan lain sebagainya -            (dan datin) beripa pengetahuan -            (dan di antara manusia) yakni penduduk Mekah -                                        (ada yang membantah tentang keesaan allah tanpa ilmu pengetahuan dan petunjuk) dari Rasul -        (dan tanpa kitab pemberi keterangan)  yang telah diturunkan oleh Allah, melainkan dia melakukan hal itu hanya secara taqlid atau mengikut saja.

e.       Ajaran yang terkandung
Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah memberikan hidayah kepada Luqman. Kemudian menjelaskan pelajaran yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya,  yaitu bagaimana seorang anak berbakti kepada kedua orang tua, ibunya yang telah mengandung selama 9 bulan dan bagaimana bersikap kepada orang tua yang berbeda keyakinan. Dan dalam ayat tersebut mejelaskan pula bagaimana Luqman menyuruh anaknya untuk mendirikan shalat, amar ma’ruf nahi munkar, serta tetap bersabar dalam menghadapi ujian yang datang dari Allah SWT, karena Allah tidak akan mencoba hambanya di batas kemampuan yang ia miliki. 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....