hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

SINAPS dan SUSUNAN SARAF PUSAT


 
     Sinaps merupakan tempat transmisi transneuronal suatu impuls (rangsang) saraf. Ada 2 macam cara impuls saraf diteruskan dari satu neuron ke neuron lainnya yaitu:
1.  Secara kimia (chemical sinaps)
Impuls diteruskan dari satu saraf kelainnya melalui suatu subtansi kimiawi (neurotransmitter atau neuromodulator) yang dilepaskan dari sel pra-sinaps menuju ke pasca sinaps untuk menghasilkan suatu aksi potensial. Penerusan impuls saraf dari satu neuron ke neuron lainnya atau ke suatu daerah target dengan cara kimiawi merupakan cara yang paling umum digunakan. Penerusan impuls saraf dari dendrit sel saraf ke otot juga hanya dilakukan secara kimiawi.
2.  Secara listrik (electrical sinaps)
Impuls saraf yang diteruskan dari neuron yang satu kelainnya melalui ion-ion yang melintas bebas melewati saluran-saluran pada gap junction guna meneruskan potensial aksi dari sel pra sinaps langsung menuju ke post sinaps. Penerusan impuls saraf secara listrik ini jarang terdapat di SSP mammalia tetapi ditemukan pada beberapa tempat di batang otak, retina dan korteks serebrum.
         Satu sinaps terdiri atas unsur prasinaps (umumnya suatu bouton sinaps) dan unsur pasca sinaps (suatu dendrit) dengan suatu celah sinaps ekstrasel yang sempit di antara keduanya. Celah tersebut hanya selebar 20-30 nm dan dapat mengandung filamen-filamen halus yang menjembatani bagian luar membran pra-sinaps dan membran pasca sinaps (Gb-28)
          Pada bagian pra-sinaps terdapat kumpulan gelembung berukuran 40-60 nm yang berisi substansia neurotransmitter. Bila timbul aksi potensial pada ujung akson, gelembung sinaps menyatu dengan membran pra-sinaps pada tempat pelepasan yang khusus, mengeluarkan isinya ke dalam celah sinaps. Neurotransmiter kemudian melewati membran pasca sinaps untuk berinteraksi dengan molekul-molekul reseptor. Hal ini menyebabkan perubahan potensial membran dari neuron pasca sinaps sehingga terjadi pemindahan impuls.
          Beberapa neurotransmitter adalah asetilkolin, norepinefrin, epinefrin, serotonin, enkefalin, endorphin, gamma aminobutyric acid (GABA) dsbnya.  Neurotransmiter ini disintesa dan dibungkus dalam vesikel-vesikel transpor di ujung akson/akson terminal, tetapi beberapa neurotransmiter misalnya neurotransmitter golongan peptida mungkin dihasilkan di badan sel saraf/soma. Neutransmiter yang diproduksi di soma (diduga sangat sedikit) dibungkus dalam gelembung sinaps, kemudian diangkut melalui mikrotubulus aksoplasma ke ujung akson.
Berdasarkan bagian sel saraf yang saling berkontak, sinaps ini dapat berupa: (Gb-29)
1.      Akso-dendritik
2.      Akso-somatik
3.      Dendro-dendritik
4.      Akso-aksonik
5.      Akson dengan serat otot.
Text Box: Gb-29. Tipe sinapsSuatu akson dapat membentuk sinaps dengan akson lainnya pada bagian yang tidak bermielin yaitu bagian segmen awal (didaerah akson hillock) dan bagian ujung akson (end bulb regions). Sinaps bentuk dendro-dendritik, merupakan bentuk yang lebih jarang ditemui. Sinaps seperti ini dapat dijumpai antara sel reseptor olfaktorius di rongga hidung dengan sel saraf di daerah korteks serebri area olfaktorius.

SINTESIS NEUROTRANSMITER
          Salah satu contoh sintesis dan pelepasan neurotransmitter yang akan di bahas di bawah ini adalah proses sintesis dan penglepasan neurotransmitter asetil kolin (Gb-30).
          Aksi potensial atau impuls listrik saraf yang berjalan sepanjang akson akan tiba di ujung akson (terminal akson atau boutons terminaux). Rangsang listrik saraf ini akan membuka kanal ion



Text Box: Gb-30.  Proses sintesis dan penglepasan neurotransmitter asetil kolin


kalsium yang diikuti dengan masuknya kalsium ke dalam akson. Disamping itu pada saat yang bersamaan juga akan masuk kedalam akson ion natrium lewat pompa aktif natrium. Masuknya ion natrium ini akan membawa serta senyawaan kolin dan senyawaan asetat ke dalam akson lewat pompa natrium.
          Senyawaan asetat yang masuk lewat pompa natrium dan yang masuk ke akson lewat transportasi aksonal anterograde tipe cepat akan diaktivasi (diubah menjadi bentuk aktif) di dalam mitokondria menjadi asetil ko-ensim A (Asetil KoA). Senyawaan kolin yang masuk lewat pompa natrium dan yang sampai ke akson lewat transportasi aksonal tipe cepat akan diubah menjadi asetilkolin dengan bantuan asetil ko-ensim A dan ensim kolin asetil transferase.
          Asetilkolin yang sudah disintesa kemudian akan masuk ke dalam vesikel sinaps lewat proses endositosis. Neurotransmiter akhirnya akan dibungkus oleh membran vesikel sinaps. Membran vesikel sinaps ini dapat berasal dari membran vesikel sinaps yang dipakai ulang kembali setelah melepaskan neurotransmitter melalui proses internalisasi atau membran vesikel yang baru yang masuk ke ujung akson lewat transportasi aksonal anterograde tipe cepat. Kedalam vesikel ini juga akan dimasukkan ATP sebagai sumber energi dan zat-zat lain seperti proteoglikan.
          Vesikel sinaps lalu bergerak ke membran terminal akson (bouton terminaux) dan kemudian menyatu dengan membran tersebut. Proses pergerakan vesikel dan penyatuan vesikel dengan membran terminal akson ini di fasilitasi oleh ion kalsium yang masuk lewat kanal kalsium. Pada proses ini, protein synapsin I diduga juga turut berperan.
          Neurotransmiter akhirnya akan dilepaskan ke dalam celah sinaps lewat proses eksositosis. Asetilkolin kemudian akan berikatan dengan reseptor asetilkolin di membran postsinaps (umumnya di dendrit). Ikatan antara asetilkolin dengan reseptornya akan menimbulkan terjadinya depolarisasi (perubahan muatan listrik) dan akhirnya menimbulkan impuls listrik saraf yang akan berjalan merambat menuju ke badan sel saraf.
          Perangsangan impuls listrik di postsinaps ini kemudian akan terhenti setelah ensim asetilkolin esterase memutuskan ikatan asetilkolin dengan reseptornya. Asetilkolin akan dihidrolisa menjadi senyawaan kolin dan asetat yang akan masuk kembali ke dalam akson lewat pompa natrium, untuk digunakan kembali dalam sintesa neurotransmitter. Membran vesikel sinaps juga akan dipergunakan kembali untuk membuat vesikel yang baru melalui proses internalisasi.

SUSUNAN SARAF PUSAT

          Susunan saraf pusat terdiri atas otak dan medula spinalis. Susunan saraf pusat berfungsi untuk menerima dan mengintegrasikan semua rangsang yang diterima dari luar tubuh (eksteroseptif) dan dari dalam tubuh (interoseptif) melalui reseptor-reseptor tertentu. Rangsang yang diterima oleh reseptor diubah menjadi impuls saraf dan diteruskan ke SSP.  Oleh SSP impuls saraf ini kemudian diterima, diolah dan diintegrasikan. SSP kemudian menjawab impuls yang diterima tersebut dan akan mengirim impuls jawaban ke organ-organ efektor seperti otot, kelenjar, dan sebagainya. Impuls yang diterima juga dapat disimpan sebagai memori untuk waktu selanjutnya dan dapat direcall (dipanggil) kembali sewaktu diperlukan.
          Secara histologi susunan saraf pusat terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut:
1.  Neuron.
     Pada medulla spinalis neuron terletak di dalam kolumnar berbentuk huruf H (daerah substansia
     grisea atau daerah abu-abu). Sedangkan didalam otak letaknya di lapisan permukaan korteks 
     serebri (juga daearah substansia grisea) dan dibagian dalam otak yaitu di nukleus (kumpulan 
     neuron dengan fungsi khusus).
2.  Neuroglia  
     Neuroglia merupakan sel-sel penyokong sel-sel saraf.
3.   Serat saraf
      Umumnya serat saraf  merupakan akson yang panjang dengan atau tanpa mielin. Kebanyakan 
      serat saraf ini bergabung membentuk suatu ikatan suatu ikatan yang disebut traktus.
4.   Struktur tambahan yang membantu atau memelihara, melindungi sel saraf yang terdapat di 
 dalam SSP seperti pembuluh darah, cairan serebro-spinal (likuor serebri), selaput otak dsbnya.

Substansia Grisea dan Alba
          Otak dan medula spinalis terdiri atas 2 lapisan yaitu bagian yang bewarna abu-abu (substansia grisea) dan yang bewarna putih (substansia alba).  Pada substansia grisea terletak terletak perikarion dan serat saraf tak bermielin. Dalam keadaan segar bagian ini bewarna abu-abu. Sedangkan substansia alba terdiri atas akson bermielin yang dalam keadaan segar bewarna putih karena adanya myelin dan dendrit 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....