hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

otak


OTAK
          Otak terdiri atas otak besar atau serebrum dan otak kecil atau serebelum.  Disamping itu ada bangunan berbentuk tabung yang letaknya di bagian inferior disebut batang otak (brainstem) yang terdiri atas midbrain, pons dan medulla oblongata yang berisi pusat-pusat vital.

SEREBRUM (Gb-33)
          Serebrum dibagi oleh falks serebri menjadi 2 bagian yang serupa disebut hemisfer serebri kiri dan kanan. Didalam hemisfer serebri substansia grisea terdapat dipermukaan (terbalik dengan medula spinalis), berupa korteks serebri dan dibawahnya terdapat substansia alba dan lebih kedalam lagi terdapat nukleus. Di dalam substansia grisea dan nukleus terdapat perikarion, dan di dalam substansia alba terdapat akson bermielin. Secara histologis, serebrum terdiri atas 6 lapisan yaitu : (Gb-34)




Gb-33 Cerebrum, substansia grisea, substansia alba dan nukleus

1. Lapisan Molekular, terutama terdiri atas serat-serat yang berasal dari sel-sel lapis lebih dalam, yang berjalan paralel terhadap permukaan dan sedikit badan sel saraf yang dikenal sebagai sel horisontal (Cajal). Sel ini berukuran kecil dengan bentuk pipih (gepang) dengan akson dan dendritnya berjalan sejajar permukaan dan berkontak dengan dendrit sel piramid dan fusiform serta akson sel stellate.




















                                                   Gb-34 Lapisan-lapisan korteks serebrum
2. Lapis granular luar, terdiri terdiri atas badan-badan sel saraf kecil berbentuk segitiga/piramid  yang berukuran 10-50 mikrometer. Dendritnya mengarah ke lapisan molekular dan bercabang-cabang, sementara aksonnya mengarah ke lapisan di bawahnya dan substansia alba. Sel lainnya yang terdapat pada lapisan ini adalah sel stellate (sel granular) yang berukuran kecil (8 mikrometer) dan berbentuk poligonal.  Akson sel granular ini panjang dan mengarah ke lapisan molekular, sementara dendritnya pendek mengarah ke lapisan di bawahnya. 
3. Lapis sel-sel pyramid luar, terdiri atas sel-sel piramid yang ukurannya makin ke dalam semakin bertambah besar. Dendritnya mengarah ke lapisan molekular sementara aksonnya menuju ke arah substansia alba
4. Lapis granular dalam, terdiri atas sel-sel granula bercabang (stelata) halus dan sel-sel pyramid
5. Lapis pyramid dalam atau lapis ganglion terdiri atas sel-sel piramid besar dan sedang. Disamping itu juga terdapat sel stellate dan sel Martinotti. Sel Martinotti merupakan sel saraf multipolar berukuran kecil, dengan dendrit yang pendek mengarah ke lapisan di atasnya, sedangkan aksonnya berjalan ke arah lateral.
6. Lapis sel-sel multiform atau polimorf, terdiri atas sel-sel dengan macam-macam bentuk. Kebanyakan sel yang terdapat disini adalah sel fusiform dengan dendritnya yang panjang mengarah ke arah lapisan di atasnya.
          Semua lapis ini tidak mempunyai batas yang tegas dan semuanya juga berisi neuroglia. Substansia alba terdiri atas gabungan serat saraf bermielin yang menyebar kesegala arah. Serat-serat ini ditunjang oleh neuroglia dan secara fungsional terdiri atas 3 kelompok:
1.  Serat menghubungkan macam-macam bagian korteks pada satu hemisfer disebut serat asosiasi.
2. Serat yang menghubungkan bagian korteks hemisfer kiri dan kanan disebut serat komisural.      3.  Serat yang menghubungkan korteks serebri dengan nukleus (pusat-pusat) dibawahnya  disebut 
     serat proyeksi.
          Serebrum atau otak besar mempunyai fungsi untuk menyimpan memori, berperan penting dalam proses berpikir, belajar, rasa bertanggung jawab, analisa – sintesa dan berperan dalam proses moral. Serebrum juga berperan untuk menerima, mengolah dan memberikan respon jawaban terhadap rangsangan sensoris seperti pengaturan temperatur tubuh, rasa rabaan, penglihatan, pendengaran, penghidu, rasa / kecap. Disamping itu bagian otak ini berfungsi untuk mengontrol kontraksi otot-otot sadar ( skeletal )




SEREBELLUM (Gb-35)
Text Box: Gb-36. VermisText Box: Gb-35. Serebellum dan struktur sekitarnya            Serebelum terbagi dua kiri dan kanan oleh bangunan seperti cacing bewarna abu-abu yang disebut vermis (Gb-36). Permukaannya berlipat-lipat disebut folia (=daun) yang tersusun paralel terhadap fissura (alur) utama. Substansia grisea serebelum terdapat di permukaan berupa korteks tipis. Di bawahnya terdapat substansia alba yang juga berisi kelompokan kecil perikarion membentuk pusat-pusat (nukleus). 

Korteks serebellum terdiri atas 3 lapisan, yaitu dari luar ke dalam: (Gb-37 dan 38)


Text Box: Gb-37. Serebellum potongan melintang
Korteks serebellum terdiri atas 3 lapisan
, yaitu dari luar ke dalam: (Gb-37 dan 38)
1. Lapisan Molekular yang merupakan lapisan terluar. Lapisan ini berisi sedikit sel saraf kecil dan banyak serat saraf tidak bermielin.
2. Lapisan sel Purkinje atau disebut juga lapisan ganglioner, berisi sel Purkinje yang tampak  besar, dengan dendritnya bercabang seperti tanduk menjangan dan letaknya dalam satu bidang masuk kedalam lapisan  molekular, dengan satu akson yang masuk kedalam lapis dibawahnya.
3. Lapisan Granular, berisi banyak perikarion kecil. Sel saraf dari lapisan granular ini kecil-kecil     dengan 3-6 dendrit yang naik kedalam lapisan molekular, dan disini ia terbagi atas 2 cabang  lateral yang terdapat sepanjang suatu folium.










Text Box: Gb-38. Lapisan korteks serebellum

LAPISAN PEMBUNGKUS  (MENINGES) (Gb-39)
          SSP dilindungi oleh dari trauma luar oleh otot dan tulang yaitu tulang tengkorak dan vertebra. Di samping itu SSP juga dilindungi oleh selubung jaringan ikat atau meninges.  Selubung ini dari luar ke dalam sebagai berikut:
1. Duramater (dura=keras, mater= ibu)
Text Box: Gb-39. Meningen merupakan lapisan terluar yang membungkus medula spinalis dan otak. Lapisan duramater medula spinalis dan otak berbeda susunannya. Pada medula spinalis permukaan dalam ruang vertebra dilapisi jaringan ikat padat disebut duramater periosteum.
Lapisan duramater fibrosa secara terpisah dan longgar membungkus medula spinalis. Di antara duramater periosteum dan  duramater fibrosa terdapat rongga epidural yang lebar berisi jaringan ikat longgar, sel lemak dan pleksus venosa epidural. Permukaan dalam duramater dilapisi oleh sel gepeng selapis yang berhubungan erat dengan  medula spinalis melalui ligamentum dentikulata.
Duramater otak pada awalnya terdiri atas 2 lapisan tetapi pada orang dewasa kedua  lapisan tersebut menyatu. Lapisan terluar adalah duramater periosteum yang melapisi permukaan  dalam tengkorak (endosteum) terdiri dari jaringan ikat padat dengan banyak pembuluh darah. Lapisan dalam yaitu lapisan fibrosa kurang mengandung pembuluh darah dan permukaan dalamnya dilapisi oleh epitel selapis gepeng yang berasal dari mesoderm. Lapisan fibrosa ini terpisah dari lapisan luar pada tempat-tempat tertentu untuk membentuk sinus-sinus venosus otak yang besar dan juga membalik ke dalam dan terletak di dalam fisura-fisura besar di dalam otak sebagai pemisah, misalnya falks serebri yang memisahkan serebrum kiri dan kanan, falks serebelli yang memisahkan serebellum kiri dan kanan. Selain membentuk lipatan-lipatan, lapisan fibrosa ini juga membentuk atap fosa hipofiseal (diafragma sela). Durakranium dan dura spinal berhubungan pada foramen magnum.

2.  Arachnoid (Arachnoid= menyerupai laba-laba)
            merupakan membran tipis, halus, avaskular yang melapisi duramater. Dari arachnoid ini keluar trabekula jaringan ikat yang berjalan ke pia mater melintasi ruangan yang terisi oleh banyak trabekula. Ruangan ini disebut ruang subarachnoid yang berisi cairan serebrospinal (likuwor serebrospinal). Pada beberapa tempat arachnoid menembus duramater sebagai villi arachnoid yang menonjol ke dalam sinus venosus duramater. Fungsi villi arachnoid ini adalah untuk menyalurkan cairan serebrospinal ke sinus venosus. Pada trauma kepala yang parah pembuluh darah di pia mater dan di dalam otak akan pecah dan darah akan berkumpul dalam ruang subarachnoid. Perdarahan ini disebut perdarahan subdural. 

3.  Piamater
Piamater adalah membran halus, lembut yang membungkus otak. Piamater meluas masuk  ke dalam sulkus serebri. Piamater terdiri atas 2 lapisan, yaitu bagian luar tersusun dari anyaman serat kolagen, mengandung banyak pembuluh darah dan bagian dalam terdiri atas anyaman serat retikular dan elastin halus  yang melekat pada jaringan saraf di bawahnya tetapi terpisah dari unsur-unsur saraf/otak oleh satu lapis cabang-cabang neuroglia

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....