hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

TRANSPORTASI AKSONAL (AXONAL TRANSPORT)



            Protein yang disintesa di perikarion sel saraf dikirimkan sepanjang akson sampai ke bagian distal  akson. Di samping itu zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh seperti glikoprotein, protein pembentuk neurotransmiter, dsbnya juga akan di angkut dari perikarion ke akson melalui sistim transportasi khusus. Akson tidak dapat mensintesa protein karena tidak mengandung badan Nissl /retikulum endoplasmik kasar, ribosom dan kompleks Golgi. Proses pengangkutan protein dan zat-zat lainnya pada akson ini disebut transportasi aksonal.
Untuk transportasi aksonal komponen yang terlibat adalah
1.  Mikrotubulus (Gb-24)
     Mikrotubulus memegang peranan yang sangat penting sebagai jalur lintasan (track) untuk melintasnya kantong (vesikel) yang membawa protein, glikoprotein, mitokondria, faktor tumbuh, protein pembentuk neurotransmitter dan zat-zat lainnya.
     Mikrotubulus adalah organel yang penting di dalam sitoplasma sel saraf untuk transportasi protein dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan oleh akson. Di samping itu mikrotubulus juga berperan dalam pergerakan silia dan flagel serta pemisahan kromosom selama proses mitosis dan meiosis.
Text Box: Gb-24. MikrotubulusMikrotubulus mempunyai diameter 25 nanometer dengan ketebalan dindingnya 9 nanometer dan lumennya 15 nanometer. Dindingnya dibentuk oleh 13 protofilamen protein tubulin. Satu  mikrotubulus (singlet microtubule) dibentuk oleh kumpulan protofilamen yang berjalan secara  paralel membentuk suatu lembaran (sheet).  Satu protofilamen di bentuk oleh kumpulan heterodimer tubulin monomer alfa yang bermuatan positif  dan beta yang bermuatan negatif.  Setiap satu monomer merupakan protein globular berukuran 4 nanometer yang mengikat 1 GTP. Proses pembentukan satu protofilamen ini dikenal sebagai polimerisasi dan membutuhkan energi yang di peroleh dari GTP (guanosin trifosfat).
Ujung mikrotubulus yang dekat dengan perikarion merupakan kutub negatif sedangkan yang      jauh dari perikarion merupakan kutub positif.
2.  Protein penggerak  (motor Protein)
Ada 2 jenis protein penggerak (motor protein) yang berperan dalam transportasi aksonal yaitu kinesin dan dynein.
Kinesin (gb-25) merupakan protein penggerak yang mempunyai aktivitas ATP-ase. Protein ini      menggunakan energi berasal dari pemecahan (hidrolisis) ATP untuk dapat menggerakan vesikel bergerak sepanjang lintasan mikrotubulus dari kutub negatif (ujung perikarion) ke kutub positif (ujung akson). Protein ini mempunyai 3 domain yaitu kepala,badan dan ekor yang berbentuk globular. Bagian kepala akan berikatan dengan mikrotubulus dan ATP yang     diperlukan untuk bergerak Text Box: Gb-25. Kinesinsepanjang lintasan, sedangkan bagian ekornya akan berikatan dengan vesikel transport via reseptor kinesin.
Text Box: Gb-26. DyneinDynein (Gb-26) merupakan protein penggerak (motor protein) dengan aktivitas ATP-ase, menggunakan energi yang berasal dari ATP untuk bergerak sepanjang lintasan mikrotubulus dari ujung positf  ke ujung negatif . Protein ini juga terdiri atas 3 bagian yaitu kepala, badan dan ekor. Bagian kepala akan berikatan dengan mikrotubulus dan ATP, sedangkan bagian ekor akan berikatan dengan membran vesikel transpor via reseptor dynein.

3.  Vesikel transpor.
      Protein, glikoprotein, faktor-faktor pemelihara akson, dan zat-zal lain akan disimpan dalam      vesikel transpor  yang berfungsi sebagai kontainer. Pada membran vesikel ini terdapat reseptor untuk protein kinesin atau reseptor untuk protein dynein.
Berdasarkan arah transportasi ada 2 macam cara transportasi aksonal yaitu: (Gb-27)
   1.  Anterograde transport
yaitu pengangkutan protein dan bahan-bahan lainnya dalam akson dari perikarion  ke ujung akson. Untuk kegiatan ini komponen yang terlibat adalah vesikel transpor, protein penggerak kinesin dan mikrotubulus.  
Berdasarkan kecepatan pengangkutan protein dan zat-zat lainnya dalam akson, anterograde
Gb-27 Transportasi Aksonal
transport dibedakan atas 2 macam yaitu
A.     Anterograde cepat (Fast Anterograde) dengan kecepatan 50-400 mm/hari
B.     Anterograde lambat (Slow anterograde) dengan kecepatan 1-4 mm/hari.
Pada anterograde cepat zat-zat diangkut dalam vesikel transpor yaitu neurotransmitter dan zat-zat serta ensim-ensim yang dibutuhkan untuk sintesa neurotransmitter, glikoprotein dan glikolipid, membran vesikel sinaps.  Pada anterograde lambat, protein yang diangkut adalah aktin, clathrin, calmodulin, enolase, protein neurofilament dan tubulin. 

   2.  Retrograde transport
yaitu proses pengangkutan bahan-bahan dalam akson dari ujung akson ke perikarion. Proses pengangkutan ini melibatkan vesikel transpor, protein penggerak dynein dan mikrotubulus. Materi yang diangkut dengan cara ini adalah sisa-sisa protein vesikel sinaps  yang sudah lama yang akan digradasi di lisosom, faktor tumbuh saraf (nerve growth factor) seperti NGF (nerve growth factor),  zat-zat sisa lainnya dan zat-zat ekstraselular yang masuk melalui membran akson. Toksin-toksin seperti toksin tetanus, dan virus tertentu seperti herpes dan rabies di angkut secara retrograde dari ujung akson yang berada dekat dengan tempat masuknya benda asing tersebut, masuk secara retrograde dalam akson dan kemudian diangkut menuju ke perikarion neuron tersebut.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....