hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

1.1 Perkembangan Pameran Museum Zoologi Bogor



Museum dilengkapi dengan ruang pameran agar masyarakat luas dapat memahami berbagai bentuk serta perikehidupan binatang. Ruang pameran museum sejak didirikan telah mmanfaatkan sinar matahari dengan adanya banyak jendela yang besar. Dalam gedung tersebut terdapat dua ruang pamer, yaitu yang besar seluas 200m2 dan yang kecil 50m2. Luas ruang pamer yang biasa semula hanya 250m2  sekarang telah berkembang menjadi 1.064m2 termasuk aula ruang ikan paus dn akuarium. Dan demikian pula dikembangkan tehnik penyajian bahan pameran yang disertai pelayanan pendidikan, perkembangan trsebut meliputi :
1.      Bahan Peragaan
Dalam sistem lemari kaca peragaan, koleksi binatang yanf sudh diawetkan dipasang sendiri-sendiri di atas sebatang kayu atau tempat dudukan lainyadan kemudian diberi label nama jenisnya. Pmanjangnya disusun berjajar kesamping atau keatas dan ditaruh kedalam sebuah lemari. Lemari-lemari ini ditempatkan merapat dinding dan ditengah ruangan. Cara yang disajikan seperti ini berlangsung sejak Museum didirikan smpai tahun 1920, kemudian berkembang dengan mengelompokan beberapa jenis yang sekerabat.



5

2.      Penyajian Bahan Peragaan
Penyajian bahan peragaan daam lemari atau vitrin yang dibuat dari kayu jati yang satu sisi dinding kaca. Pengunjung dapat melihat isi vitrin berupa diorama yang menggambarkan binatang dengan habitat aslinya. Lampu-lampu TL(fluorescent) di dalam vitrin dipasang tersembunyi sehingga tidak mengganggu pengliatan pengunjung. Beberapa bagian gedung pameran dirombak, termasuk pembongkaran jendela-jendela kaca besar. Pada tahun 1970, semua jendela tersebut dihilangkan dan ditembok. Untuk mngatur ventilasi ruangan dipasang kipas angin listrik dinding dan langit-langit. Dengan dihilangkan jendela kaca tersebut maka sumber cahaya memakai sinar listrik lebih mudah diatur, sehingga efeknya lebih baik. Dengan demikian perhatian pengunjung diharapkan dapat lebih terkonsentrasi pada objek peragaan.
Objek peragaan disusun menurut berbagai bentuk kelompok, diantaranya:
a.       Kelompok Habitat Penuh (full-fledged habitat group).
Dioroma terbesar yang kini masih dapat disaksikan adalah “Ujung Kulon” yang memamerkan sepasang banteng, monyet, babi hutan, biawak. Kelompok habitat yang dapat juga dilihat adalah burng-burung sawah, burug-burung di Cagar Alam Pulau Dua.

b.      Kelompok Habitat Tidak Penuh (semi habitat group).
Dapat dilihat ada vitrin “Ulung-ulung”.

c.       Kelompok Habitat Semu (pseudo habitat group).
Berisi beberapa jenis dalam suatu marga atau suku dalam suatu habitat ditemukan pada vitrin Jenis-jenis Kera, Jenis-jenis Kakak Tua, dan lainnya.

6

d.      Kelompok Menurut Takson (taxonomic group).
Seperti pada Insecta dan Moluska yang menonjolkan keistemewaan dan keaneka bentuk dan warna dalam suatu takson.

e.       Kelompok Fungsional (functional group).
Seperti kerangka binatang yang menjelaskan fungsi dan bentuk orga serta evolusi dan adaptasi binatang.

3.      Perolehan Koleksi Peraga Khusus.

a.       Paus Biru (Balaenoptera Musculus).
Paus Biru sepanjang 26m yang terdampar di pantai Pameungpeuk, Garut telah berhasil dibawa kerangkanya ke museum, kerangka yang berbau busuk ini dibawa dengan berat 6.390 kg dengan kereta api Bogor. Untuk membersihkan dan menyusun kembali kerangka, dibutuhkan waktu kurang lebih satu tahun.
                                   


7

b.      Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus)
Badak jantan yang beratnya 2.280 kg ini diperoleh pada tahun 1934 dari daerah Karangnunggal, Tasikmalaya. Badak yang tinggal seekor di area luar Suaka Ujungkulon ini sering terlihat di tepi hutan, karena khawatir diburu oleh pihak yang tak bertanggung jawab maka diputuskan diburu 4 hari untuk kepentingan museum.

4.      Tehnik Pemajangan.
Tehnik pemajangan sempat dikembangkan oleh Museum diantaranya Dermoplastik, Pembuatan replika spesimen botani, Pembuatan cetakan dan replika, Pemanfaatan serat gelas (fibreglass) dan karet silikon (silicon rubbr).

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....