hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

“SUMBER dan DASAR PENDIDIKAN ISLAM”


Menurut Sa’id Ismail ali, sebagaimana yang telah dikutip oleh Hasan Langgulung, sumber pendidikan islam terdiri atas enam macam, yaitu Al-Qur’an, As-sunnah, kata-kata sahabat(madzhab shahabi), kemaslahatan umat/social(mashalil al-mursalah), tradisi atau adat kebiasaan masyarakat(‘uruf), dan hasil pemikiran para ahli dalam islam(ijtihad). Keenam sumber pendidikan islam tersebut didudukan secara hierarkis.Artinya, rujukan pendidikan islam diawali dari sumber pertama (Al-Qur’an ) untuk kemudian dilanjutkan pada sumber-sumber berikutnya secara berurutan.





A.SUMBER  PENDIDIKAN ISLAM
 
 
1.AL –QUR’AN

                  Al-Qur’an dijadikan sumber pendidikan islam yang pertama dan utama karena ia memiliki nilai absolut yang diturunkan dari Tuhan.Allah menciptakan manusia dan Allah pula yang mendidik manusia, yang mana isi pendidikan itu telah termaktub dalam wahyu-Nya. Tidak satu pun persoalan, termasuk soal pendidikan, yang luput dari jangkauan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS.an-Nahl ayat 89 “ Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab(Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat  dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. Nilai esensi dalam Al-Qur’an selamanya abadi dan selalu relevan pada  setiap waktu dan zaman,tanpa ada perubahan sekali. Pendidikan Islam yang ideal harus sepenuhnya mengacu pada nilai dasar Al-Qur’an,tanpa sedikitpun menghindarinya.Umat islam sebagai umat yang dianugerahkan Tuhan suatu kitab suci Al-Qur’an, yang lengkap dengan segala petunjuk yang meliputi aspek kehidupan dan bersifat universal. Nabi Muhammad SAW sebagai pendidik pertama, pada masa awal pertumbuhan islam telah menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar




pendidikan islam di samping sunnah Beliau sendiri. Kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber pokok pendidikan islam dapat di pahami dari ayat Al-Qur’an itu sendiri. Firman ALLAH dalam suart an-Nahl ayat 64 ”Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur’an) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk
dan rahmat bagi kaum yang beriman”.  Mengapa hal itu diperlukan? Karena Al-Qur’an memuat tentang :
a.Sejarah Pendidikan Islam
            Dalam Al-Qur’an disebutkan beberapa kisah Nabi yang berkaitan dengan pendidikan. Kisah ini menjadi suri tauladan bagi peserta didik dalam mengarungi kehidupan.

b.Nilai-nilai Normatif Pendidikan islam
             Al-Qur’an memuat nilai normatif yang menjadi acuan dalam pendidikan islam. Nilai yang dimaksud terdiri atas tiga pilar utama yaitu,
v  I’tiqadiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan keimanan.
v  Khuluqiyyah,yang berkaitan dengan pendidikan etika.
v  Amaliyyah, yang berkaitan dengan tingkah laku sehari-hari.
Al-Qur’an secara normatif juga mengungkap lima aspek pendidikan dalam dimensi-dimensi kehidupan manusia yang meliputi :
Ø  Pendidikan menjaga agama (hifdz al-din)
Ø  Pendidikan menjaga jiwa (hifdz al-nafs)
Ø  Pendidikan menjaga akal pikiran (hifdz al-‘aqal)
Ø  Pendidikan menjaga keturunan (hifdz al-nasb)
Ø  Pendidikan menjaga harta benda dan kehormatan (hifdz al-mal wa al-‘irdh)








2. AS-SUNNAH

            Corak pendidikan Islam yang diturunkan dari Sunnah Nabi Muhammad SAW diantaranya sebagai berikut :
ü  Di sampaikan sebagai rahmat li al-’amin ( rahmat bagi semua alam ), yang ruang lingkupnya tidak sebatas spesies manusia, tetapi juga pada makhluk biotic dan abiotik lainnya.
ü  Di sampaikan secara utuh dan lengkap, yang memuat berita gembira
dan peringatan bagi kaumnya.
ü  Apa yang disampaikan merupakan kebenaran mutlak.
ü  Perilaku Nabi Muhammad SAW, tercermin sebagai uswah hasanah yang dapat dijadikan figure atau suri teladan, karena prilakunya dijaga oleh Allah SWT, sehingga beliau tidak pernah berbuat maksiat.


3.Kata-kata Sahabat ( Madzhab Shahabi )

               Upaya sahabat Naba SAW, dalam pendidikan Islam sangat menentukan bagi perkembangan pemikiran pendidikan dewasa ini. Upaya yang dilakukan oleh Abu Bakar al-Shiddiq, misalnya mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf yang dijadikan sebagai sumber utama pendidikan Islam, meluruskan keimanan masyarakat dari kemurtadan dan mengurangi pembangkang dari pembayaran zakat. Sedangkan yang dilakukan oleh Umar bin al-khattab adalah bahwa ia sebagai bapak revolusioner terhadap ajaran Islam. Tindakannya dalam memperluas wilayah Islam dan memerangi kedzaliman menjadi salah satu model dalam membangun strategi dan perluasan pendidikan Islam dewasa ini. Sedang Ustman bin Affan berusaha untuk menyatukan sistematika berfikir ilmiah dalam menyatukan susunan Al-Qur’an





dalam satu mushaf, yang semua berbeda antara mushaf satu dengan mushaf lainnya. Smentara Ali bin Abi Thalib banyak merumuskan konsep-konsep kependidikan seperti sebagaimana seyogyanya peserta didik pada pendidiknya, bagaimana ghirah pemuda dalam belajar, dan demikian sebaliknya.

4.Kemaslahatan Umat/Sosial ( Mashalil al-Mursalah

              Mashalil al-Mursalah adalah menetapkan undang-undang peraturan dan hokum tentang pendidikan dalam hal-hal yang sama meskipun tidak disubutkan dalam Nash, dengan

pertimbangan kemaslahatan hidup bersama, dengan bersendikan asas menarik kemaslahatan dan menolak kemudaratan.Para ahli berhak menentukan undang-undang atau peraturan pendidikan Islam sesuai dengan kondisi lingkungan dimana ia berada. Ketentuan yang dicetuskan berdasarkan mashalil al-mursalah paling tidak memiliki tiga kriteria
·         Apa yang dicetuskan benar-benar membawa kemaslahatan dan menolak kerusakan setelah melalui tahapan observasi dan analisis.
·         Kemaslahatan yang diambil merupakan kemaslahatan yang bersifat universal.
·         Keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan nilai dasar Al-Qur’an dan as-Sunnah.


5..Tradisi atau Adat Kebiasan Masyarakat (‘Uruf )

Dalam konteks tradisi ini, masing-masing masyarakat muslim memiliki corak tradisi unik, yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lain. Sekalipun mereka memiliki kesamaan agama, tapi dalam hidup berbangsa dan bernegara akan membentuk cirri unik. Karena alas an seperti ini, maka ada sebutan islam universal dan islam lokal.Kesepakatan bersama dalam





tradisi dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan islam. Penerimaan tradisi ini tentunya memiliki syarat :
§  tidak bertentangan dengan ketenyuan Nash, baik Al-Qur’an maupun as-Sunnah
§  Tradisi yang berlaku tidak bertentangan dengan akal sehat dan tabiat yang sejahtera, serta tidak mengakibatkan kedurhakaan, kerusakan dan kemudaratan.


6.  Hasil Pemikiran Para Ahli dalam Islam ( ijtihad )

Ijtihad tidak berarti merimbak tatanan yang lama secara besar-besaran dan mencampakkan begitu saja apa yang selama ini dirintis, melainkan memelihara tatanan lama yang baik dan mengambil tatanan baru yang lebik baik.Begitu penting upaya ijtihad ini sehingga Rasulullah memberikan apresiasi yang baik terhadap pelakunya, bila mereka benar melakukannya, baik dalam tataran isi maupun prosedurnya, maka mereka mendapatkan dua

pahala, tetapi apabila mengalami kesalahan maka ia dapat satu pahala, yaitu pahala karena kesungguhannya ( HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Amr Ibn Ash ).

            B. DASAR PENDIDIKAN ISLAM

            Dasar pendidikan islam merupakan landasan operasional yang dijadikan untuk merealisasikan dasar ideal/sumber pendidikan islam. Menurut Hasan Langgulung, dasar operasional pendidikan islam terdapat enam macam, yaitu historis, sosiologis, ekonomi, politik dan administrasi, psikologis dan filosofis, yang mana keenam macam dasar itu berpusat dasar filosofis. Peenentuan dasar tersebut agaknya sekuler, selain tidak memasukkan dasar religius, juga menjadikan filsafat sebagai induk dari segala dasar. Dalam islam, dasar operasional segala


sesuatu adalah agama, sebab agama menjadi frame bagi setiap aktifitas yang bernuansa keislaman. Dengan agama maka semua aktifitas kependidikan menjadi bermakna, mewarnai dasar lain,dan bernilai ubudiyyah.Oleh karena itu, dasar operasional pendidikan enam yang atas perlu ditambahkan dasar yang ketujuh, yaitu agama.

1.      Dasar Historis
                               Dasar historis adalah dasar yang berorientasi pada pengalaman pendidikan masa lalu, baik dalam bentuk undang-undangmaupun peraturan-peraturan, agar kebijakan yang ditempuh masa kini akan menjadi lebih baik.  Dasar ini juga dapat dijadikan acuan untuk memprediksi  masa  depan, karena dasar ini memberi  data input tentang kelebihan dan kekurangan kebijakan serta maju mundurnya prestasi pendidikan yang telah ditempuh.
2.      Dasar Sosiologis
           Dasar sosiologis adalah dasar yang memberikan kerangka sosio-budaya, yang mana dengan sosio-budaya  itu pendidikan dilaksanakan. Dasar ini juga berfungsi sebagai tolak ukur
dalam prestasi belajar. Artinya, tinggi rendahnya suatu pendidikan dapat diukur  dari tingkat relevansi output pendidikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
3.      Dasar Ekonomi
             Dasar ekonomi adalah yang memberikan prespektif tentang potensi-potensi financial, menggali dan mengatur sumber-sumber  serta tanggung  jawab atas rencana dan anggaran pembelanjaannya. Oleh karena pendidikan dianggap sebagai sesuatu yang luhur, maka sumber-sumber  finansial dalam menghidupkan pendidikan harus bersih , suci dan tidak bercampur dengan harta benda yang syubhat. Ekonomi yang kotor akan menjadikan ketidak berkahan hasil pendidikan.



4.      Dasar Politik dan Administratif
           Dasar politik menjadi penting untuk pemerataan pendidikan, baik secara kuantitatif ataupun kualitatif. Dasar ini juga berguna untuk menentukan kebijakan umum dalam rangka mencapai  kemaslahatan bersama, bukan untuk hanya golongan atau kelompok tertentu. Sementara dasar administratif, berguna untuk memudahkan pelayanan pendidikan, agar pendidikan dapat berjalan dengan lancer tanpa ada gangguan teknis dalam pelaksanaannya.
5.      Dasar Psikologi
              Dasar ini berguna untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kesejahteraan batiniah pelaku pendidikan, agar mereka mampu meningkatkan prestasi dan kompetisi  dengan cara yang baik
dan sehat. Dasar ini pula yang memberikan suasana batin yang damai, tenang dan indah dilingkungan pendidikan, meskipun dalam kedamaian  dan ketenangan itu senantiasa  terjadi dinamika dan gerak cepat untuk lebik maju bagi pengembangan lembaga pendidikan.
6.      Dasar Filosofis  
           Dasar filosofis adalah dasar yang member kemampuan memilih yang terbaik, memberi arah suatu system, mengontrol dan member i arah kepada semua dasar-dasar operasional lainnya. Bagai masyarakat sekuler, dasar ini menjadi acuan terpenting dalam pendidikan, sebab filsafat
bagi mereka merupakan induk dari segala dasar pendidikan. Sementara dari masyarakat  religious, seperti masyarakat muslim, dasar ini sekedar menjadi bagian dari cara berfikir dibidang pendidikan secara sistematik, radikal, dan universal yang asas-asanya diturunkan dari nilai Ilahiyyah.
7.      Dasar  Religius
               Dasar religious adalah dasar yang diturunkan dari ajaran agama. Dasar ini secara detail telah dijelaskan pada sumber pendidikan islam. Dasar ini menjadi penting dalam pendidikan islam, sebab dengan dasar ini maka semua  kegiatan pendidikan  menjadi bermakna.



KESIMPULAN

Dari pemaparan makalah kami tentang  sumber dan dasar pendidikan islam dapat disimpulkan bahwa sumber pendidikan islam  terdiri  atas enam macam , yaitu
§  Al-Qur’an
§  As-Sunnah
§  Kata-kata sahabat (madzhab shahabi)
§  Kemaslahatan Umat/social (Mashalil al-Mursalah)
§  Tradisi atau kebiasaan masyaakat (‘Uruf)
§  Hasil pemikiran ahli dalam Islam (ijtihad)
Sedangkan dasar pendidikan islam meliputi
§  Dasar historis
§  Dasar Sosiologis
§  Dasar Ekonomi
§  Dasar Politik dan Administrasi
§  Dasar psikologi
§  Dasar filosofis
§  Dasar religius




0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....