hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

Alkana



1.      pengertian
Alkana Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
2.      rumus umum
Rumus umum alkana yaitu : C n H 2n+2
 n = jumlah atom C
3.      tata nama
Berdasarkan aturan dari IUPAC (nama sistematik) :
1) Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian :
Ø  Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang
Ø  Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk
2) Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai.
3) Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti akhiran –ana menjadi –il. Gugus alkil mempunyai rumus umum : C n H 2n+1 dan dilambangkan dengan R
4) Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
5) Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta dst.
6) Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama cabang tersebut. Awalan normal, sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil, sek-butil dan ters-butil dianggap berawalan b-. Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- . Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan huruf cetak miring .
7) Jika penomoran ekivalen dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.
Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana bercabang dapat dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut :
1) Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
2) Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3) Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) antara angka dengan huruf dipisahkan dengan tanda jeda (-).
Atau lebih singkatnya adalah:
  1. Jika rantai lurus, nama sesuai dengan jumlah alkana dengan awalan n-(alkana)
  2. Jika rantai cabang;
    1. Tentukan rantai terpanjang (sebagai nama alkana)
    2. Tentukan rantai cabangnya (alkil)
    3. Pemberian nomor dimulai dari atom C yang paling dekat dengan cabang
    4. Alkil-alkil sejenis digabung dengan awalan di(2), tri(3), dst
    5. Alkil tak sejenis ditulis berdasar abjad (butil, etil, metil) atau dari yang paling sederhana (metil, etil, propil)
4. sifat fisika dan kimia
·         Sifat fisik
1. Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Pelarut yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.
2. Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat.
3. Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil.
Tabel 4. Beberapa sifat fisik alkana
Nama alkana
Rumus
Mr
Titik leleh
Titik didih
Kerapatan
Fase

molekul

(oC)
(0C)
(g/Cm3)
pada






250C
Metana
CH4
16
-182
-162
0,423
Gas
Etana
C2H6
30
-183
-89
0,545
Gas
Propana
C3H8
44
-188
-42
0,501
Gas
Butana
C4H10
58
-138
-0. 5
0,573
Gas
Pentana
C5H12
72
-130
36
0,526
Cair
Heksana
C6H14
86
-95
69
0,655
Cair
Heptana
C7H16
100
-91
99
0,684
Cair
Heptadekana
C17H36
240
22
302
0,778
cair
Oktadekana
C18H38
254
28
316
0,789
padat
Nonadekana
C19H40
268
32
330
0,789
padat
Iikosana
C20H42
282
37
343
0,789
padat
·         Sifat kimia
1. Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.
2. Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon dioksida dan uap air.
23
3. Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom -atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.
24
5.Sumber dan Kegunaan Alkana
Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi.
Kegunaan alkana, sebagai :
·         Bahan bakar
·         Pelarut
·         Sumber hidrogen
·         Pelumas
·         Bahan baku untuk senyawa organik lain
·         Bahan baku industri


6 . proses pembuatan
Alakana dibuat melalui
·         Secara laboratorium
Alumuiumkarbida + H2O → Alumunium hidroksida + metana
               Al4C3 +   H2O →              4Al(OH)3       +  3CH4
·         Sintesis wurtz
RX + Na      NaX    +   R - R

  R =gugus fungsi
X = halogen (Cl,Br,I)
Contoh ;
2C2H5Br + 2Na →2 NaBr + C2H5 – C2H5
Etil bromida                                  butana
·         Sintesis grignard
Grignad menemukansuatu zat yang sangat berguna untuk pembutan senyawa organik yaitu “alkil magnesium halida (R Mg X)“.Sering disebut juga ; senyawa gridnard (R Mg X)


 RX +Mg                            R Mg X                  R-H + Mg (OH) X
Eter                                         +H2O

Contoh ;
CH3Cl + Mg           CH3Mg Cl                         CH4 + Mg (OH)Cl
Eter                             +H2O
Metil klorida + magnesium             metil magneesium klorida →  metana +magnesium hidroksida klorida







0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....