hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

reverensi komponen biotik dan abiotik



Manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri tetapi membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar. Di sekitar kita, juga terdapat berbagai makhluk hidup. Sebagai manusia, kita juga dikelilingi manusia lainnya. Masing-masing melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan, bergerak, dan berkembang  biak untuk kelangsungan hidupnya. Tumbuhan pun melakukan fotosintesis dan bernapas untuk mempertahankan hidupnya. Begitu pun dengan hewan, mereka melakukan aktivitas untuk melangsungkan hidupnya. Semua makhluk hidup saling berinteraksi dan tidak dapat dipisahkan dengan lingkungannya. Selain makhluk hidup, di lingkungan juga terdapat udara, angin, air, tanah, cahaya dan lain-lain yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Semua itu merupakan benda tidak hidup.
Makhluk hidup dan lingkungan hidupnya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, keduanya saling mempengaruhi. Sebagai contoh adalah cacing tanah yang hidup di dalam tanah lembab. Tanah lembab memiliki ciri-ciri seperti kadar air,  suhu, kelembapan, dan kandungan zat organic yang sesuai dengan kebutuhan hidup cacing tanah. Di dalam tanah, cacing tidak hidup sendiri tetapi terdapat berbagai makhluk hidup lain, misalnya keluwing, berbagai jenis bakteri, tumbuhan paku, semut, paku, dan lumut. Semua  makhluk hidup merupakan komponen abiotik. sedangkan yang bukan makhluk hidup (tanah, suhu, kelembapan, air, dan kandungan zat organic) merupakan komponen abiotik. 

Komponen Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:
  1. Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
  2. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  3. Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
  4. Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
  5. Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
  6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihunikomunitas tertentu.

Komponen Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Heterotrof / Konsumen. Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
  2. Pengurai / dekomposer. Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:
  • aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  • anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  • fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....