hai... blogger | Members area : Register | Sign in

ingin blog anda dapat iklan KLIK GAMBAR DIBAWAH INI !!!

Online Job for All. Work from home computer.

perkembangan hewan


A.    GASTRULA
Pertumbuhan mengiringi tingkat blastula ialah gastrulasi dan embrio yang terjadi disebut dalam tingkat gastrula. Pada tingkat ini terjadi proses dinamisasi daerah-daerah bakal pembentuk alat pada blastula, diatur dan dideretkan sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh spesies bersangkutan. Istilah gastrula berasal dari kata gastrum atau gaster (lambung), karena pada tingkat ini terbentuk rongga bakal jadi saluran pencernaan. Rongga gastrula disebut gastrocoel atau archenteron.

B.     LAPIS BENIH
Pada blastula terbentuk dua lapis benih yaitu epiblas (sebagian besar bakal jadi ectoderm) dan hypoblast (bakal jadi endoderm). Pada gastrula 2 lapis benih ini menjadi 3 lapis yaitu ectoderm, endoderm dan mesoderm.
Inilah lapis benih yang lengkap , endoderm lapis benih yang terletak diluar, endoderm sebelah dalam, dan mesoderm di tengah.
C.    GERAKAN GASTRULA
Dalam proses gastrulasi di samping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel didalam usaha mengatur dan menderetkan mereka sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dan spesies yang bersangkutan.
Ada dua kelompok gerakan yaitu:
a.       Epiboli yaitu gerakan yang melingkup, terjadi di sebelah luar embrio. Berlangsung pada bakal ectoderm epidermis dan saraf. Gerakan yang besar berlangsung menurut poros bakal anterior-posterior tubuh. Sementara bakal mesoderm dan endoderm bergerak, epiboli menyesuaikan diri sehingga ectoderm terus menyelaputi seluruh embrio.
 gambar:emboli pada katak


b.      Emboli yaitu gerakan menyusup, terjadi di sebelah dalam embrio. Berlangsung pada daerah-daerah bakal mesoderm. Notochord, pre-chorda dan endoderm. Daerah-daerah itu bergerak kea rah blastocoel.
gambar:emboli pada katak

Dibagi atas 7 macam:
1.      Invalusi adalah gerakan membelok ke dalam.
2.      Konvergensi adalah gerakan menyempit.
3.      Invaginasi adalah gerakan mencekuk, dan melipat suatu lapisan.
4.      Evaginasi adalah gerakan menjulur suatu lapisan.
5.      Delaminasi adalah gerakan memisahkan diri dari sekelompok sel utama atau lapisan asal.
6.      Divergensi adalah gerakan memencar, kebalikan dari konvergensi.
7.      Extensi adalah gerakan meluas. Ini menyertai gerakan epiboli di sebelah luar sedangkan extensi gerakan di sebelah dalam embrio.
Gastrula dapat dibedakan atas 2 macam yakni:
a)      Gastrula bundar
b)      Gastrula gepeng

D.    CONTOH GASTRULASI
       I.            AMPHIOXUS
Epiboli berlansung pada seluruh bakal ectoderm, sepanjang anterior-posterior tubuh. Mengiringi proses membesar dan melonjongnya embrio. Terjadi invaginasi hipoblas di bagian median daerah yang berbatasan dengan sabit dorsal ke arah blastocoels sampai bertemu dengan epiblas. Sel-sel bertambah banyak sehingga hipoblas memenjang menurut poros embrio. Daerah
invaginasai hipoblas disebut blastopore. Batas lubang disebut bibir. Bibir blastopore dibedakan atas:
a.       Bibir dorsal
b.      Bibir ventral
c.       Bibir lateral
Involusi terjadi pada bakal notochord dari sabit dorsal sesuai dengan gerakan hipoblas kea rah anterior sehingga notochord akan terletak di dorso-median dan persis di bawah ectoderm.
Ekstensi berlangsung pada seluruh daerah bakal pembentuk alat, sehingga keseluruhan embrio memanjang dan membesar.
Konvergensi berlangsung pada daerah bakal mesoderm kea rah dorso-median blastoporre, di daerah bibir lateral. Akhirnya mesoderm menepati kedua sisi bakal notochord yang terletak di bibir dorsal.


       I.            KATAK
Epiboli berlansung pada ectoderm srrentak dengan terjadinya berbagai proses emboli sehingga ectoderm selalu menyelaputi seluruh embrio. Sementara itu bakal ectoderm saraf meluas terbatas pada daerah dorso-median embrio sepanjang poros anterior-posterior berbentuk perisai disebut keeping neural atau keeping saraf.
Invaginasi hipoblas di celah yang terbentuk pada awal proses. Celah itu terletak di dorsal, disebut bibir dorsal blastopore. Bibir ventral terletak berlawanan. Blastopore sendiri berbentuk bundar ditutupi sebagian besar oleh yolk plug (sumbat yolk).
Bakal pre-corda menyertai invaginasi ini di daerah dorso-median bibir dorsal bergerak kea rah bakal anterior embrio. Diikuti oleh bakal notochord yang bergerak ke posterior kea rah bibir dorsal lalu berinvolusi di daerah dorso-median mengikutkan pre-chorda. Sel-sel notochord yang terletak di bibir lateral bergerak pula secara konvergensi menuju bibir dorsal. Notochord akan terletak di dorsal-median persis di bawah bakal ectoderm saraf.
Bakal mesoderm yang terletak di kedua sisi bakal notochord berkonvergensi ke bibir dorsal lalu berinvolusi ke celah antara ectoderm dan endoderm di kedua sisi embrio dan ke daerah ventral. Sementara proses emboli dan epiboli berlangsung terjadi perputaran gastrula sekitar 40º di daerah yolk plug yang berlawanan dengan arah jarum jam sehingga gumpalan yolk yang banyak yang berada di posterior embrio menjadi daerah ventral atau bakal perut.

    II.            AYAM
Terjadi penebalan di daerah bakal median embrio di caudal ynag disebut primitive streak (lempeng sederhana). Terbentuk setelah telur dieram selama 8 jam. Primitive streak memiliki bagian-bagian berikut:
a)      Primitive groove, berupa bendar
b)      Primitive fold, berupa lekukan
c)      Primitive pit, lubang di bagian anterior
d)     Primitive knot atau Hensen’s node di anterior primitive pit berupa ujung yang menonjol primitiv streak di anterior.

Primitive streak mula-mula terbentuk di daerah posterior area pellucida, tumbuh dari sel-sel epiblas yang bergerak kea rah median di posterior lalu sel-sel dalam primitive streak itu sendiri memperbanyak diri. Hampir separuh daerah posterior area pellucida yang terdiri dari bakal pre-chorda, notochord dan mesoderm berkonvergensi ke primitive streak lalu berinvolusi antara hipoblas dan epiblas.
Daerah Hensen’s node tempat invaginasi bakal pre-chorda dan notochord. Bagian lain primitive streak di posterior Hensen’s node sebagai gerbang lewat sel-sel mesoderm.
Bakal mesoderm yang terletak di sebagian posterior epiblas daerah area pellucida berpindah ke posterior berkonvergensi dari kedua sisi ke garis median. Dari primitive streak sel-sel epiblas bakal mesoderm itu berinvolusi bergerak ke antara epiblas dan hipoblas. Kemudian menyebar ke lateral dan anterior di kedua sisi garis median berdivergensi memebntuk lapisan mesoderm yang luas. Sementara itu, sel-sel ectoderm saraf berkonvergensi ke median lalu berepiboli sejak Hensen’s node ke anterior sepanjang garis median membentuk keeping neural (neural plate).
Ketika primitive streak bergerak terus ke anterior ia mendekati bakal pre-chorda notochord.prechhorda dan notochord berinvaginasi membentuk primitive pit. Sel-sel prechorda diiringi sel otochord dari sabit notochord sejak dari primitive pir berkonvergensi ke primitive groove, beninvolusi lalu berextensi ke depan sepanjang garis median antara endoderm dan ectoderm saraf.
Primitive streak yang lengkap terbentuk ketika embrio berumur 18 jam selama di eram. Area pellucida dari bentuk bundar akhirnya jadi lonjong.
Proses epiboli berlangsung pula bagi ectoderm epidermis yang berada di luar keeping neural sehingga melingkup ke daerah yolk.
Gastrulasi selesai sekitar 12 jam eram. Pada saat itu seluruh daerah bakal pembentuk alat sudah tersusun di daerah masing-masing. Primitive sterak sebanding dengan perkembangan daerah bakal pembentuka alat (ketiga lapis benih) mengalammi penyusutan secara berangsur dan bergerak ke caudal embrio. Sisanya membentuk bagian cauda (ekor) embrio.

 III.      

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger.....